Kamis, 13 Maret 2014

Suara BMI, Menuntut keadilan untuk ERWINA.

(Di kutip dari Berbagai sumber)
Berita TKI HK
Kasus Erwiana: Antara Keadilan dan Ajang Cari Muka
Senin, 20 Januari 2014, atau kemarin, Polisi Hong Kong mengirimkan tim terbaiknya untuk datang ke Sragen, tempat di mana Erwiana dirawat di rumah sakit setelah mendapat penganiayaan begitu sadisnya dari majikan bernama Law Wan Tung. 

Minggu, 19 Januari 2014, 5000 Buruh migran dari berbagai etnik dan warga lokal Hong Kong juga asing yang peduli terhadap kasus Erwiana melalukan rally ke kantor polisi Wanchai dan gedung pemerintahan Hong Kong untuk menuntut keadilan. 

Minggu pagi, Susi, mantan Pekerja rumah tangga Law Wan Tung membuat laporan ke polisi bahwa dia juga pernah mengalami penganiayaan serupa saat bekerja di majikan yang sama dengan Erwiana. 

20 Januari 2014, atau Senin sore jam 3 waktu Hong Kong, Law Wan Tung ditangkap di Bandara Internasional Hong Kong saat akan melakukan perjalanan menuju Bangkok bersama temannya.
Untungnya majikan Erwiana sudah dicekal berkat laporan Susi ke ke kantor Polisi, jadi keinginan untuk kabur gagal total berkat kesigapan dan kerja sama yang baik antara polisi dan imigrasi Hong Kong. 

Kini, dunia internasional sedang ramai mengangkat berita tentang Erwiana, seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Hong Kong yang diperlakukan seperti budak oleh majikan .
      Julukan baru pun kini Hong Kong sandang. “Kota dengan Peradaban Perbudakan Modern"dan bukan lagi"Surga bagi pekerja migran/ PRT"
Hong Kong malu mendapat julukan seperti ini dan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan menghukum berat majikan Erwiana.  Semua jajaran saling bekerja sama untuk mengusut kasus Erwiana dan berjanji memperbaiki kondisi pekerja migran yang bekerja di Hong Kong.
         Penelitian Amnesty sendiri menyebutkan bahwa ribuan perempuan Indonesia yang diperdagangkan ke Hong Kong menghadapi eksploitasi dan resiko “perbudakan” rumah tangga. Banyak yang tidak percaya dengan penelitian ini karena ini adalah Hong Kong. Namun kasus Erwiana seolah-olah mengamini penelitian Amnesty tersebut.
         Polisi Hong Kong datang ke Sragen untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap Erwiana. Polisi yang datang ini adalah tim terbaik yang dimiliki Hong Kong. 

Saya tergelitik ingin bertanya,
 Apakah polisi Indonesia sudah pernah mendatangai Erwiana selama hampir 2 Minggu dia dirawat? Atau, datang ke rumah sakit saat mengawal polisi yang datang dari Hong Kong ini saja?
      Pertanyaan saya terjawab setelah menghubungi Mbak Iwenk dari ATKI yang setia menunggui Erwiana selama dirawat di rumah sakit. Mbak Iwenk, Antik (dari IMWU) dan Rian yang menemukan Erwiana di bandara dan mengantarkan sampai ke rumahnya di Ngawi menunggui Erwiana di rumah sakit. Polisi datang kemarin saat mengawal para polisi dari Hong Kong dan para pejabat terkait.
Sayangnya, saya kurang mendapat berita dari media tanah air, tempat di mana Erwiana sang korban dirawat.  
        Berita begitu gencar justru dari Hong Kong dan negara lainnya. Kenapa? Apakah kasus Erwiana kurang menarik bagi media di tanah air Apakah berita soal Nyonya Presiden dengan Instagramnya, Bapak Presiden dengan buku baru dan partainya lebih menarik?

Lagi-lagi saya harus prihatin dengan petinggi negeri ini.
         Bencana dimana-mana dan Presiden masih saja tak peduli dengan para korban. Presiden malah"pelesir"ke Bali untuk mengurusi partainya. Duh.
Dan satu lagi berita unik dari kasus Erwiana ini adalah saat Muhaimin (Menakertrans) dan Jumhur Hidayat (Ketua BNP2TKI) di berbagai media mengatakan bahwa kedatangan polisi Hong Kong berkat desakan mereka untuk menuntut kasus ini. Enak ya, sekali desak polisi Hong Kong langsung bertindak.
          Tentu masih ingat saat tahun 2013 gaji buruh migran di Hong Kong naik dan ini diklaim berkat kedatangan Muhaimin ke Hong Kong hanya berselang 1 hari saja lalu besoknya gaji PRT naik. Ini hanya terjadi pada pejabat Indonesia, karena pejabat dari negara lain tidak ada yang mengklaimnya. Keren bukan?
       Tadi malam di Facebook begitu ramai membicarakan kedatangan polisi Hong Kong ke Sragen dan pernyataan Muhaimin juga Jumhur di berbagai media. Pagi ini, kedua pejabat ini menjadi bahan tertawaan sekaligus kegeraman para BMI.

Bagaimana tidak? Desakan agar menuntut kasus ini diusut tuntas dan menghukum majikan Erwiana seberat-beratny a sudah ada sejak sebelum kedua pejabat ini tahu akan kasus Erwiana.  Muhaimin tahunya dari Twitter, sedang BMI di Hong Kong sudah ramai membicarakan kasus ini dan mendesak KJRI untuk memberi saksi kepada Agen dan PJTKI yang memberangkatkan Erwiana serta meminta pemerintahan Hong Kong mengusut kasus ini agar tidak ada lagi Erwiana lain.

Sringatin dari Komite keadilan untuk Erwiana berpendapat bahwa"Pemerintah hanya Ingin mencari muka dan jaga image saja, tetapi pemerintah tidak sesungguhnya dan sepenuh hati membela Erwiana dan seluruh BMI yang ada di luar Negeri. 
  "Kita sudah lama menuntut pemerintah untuk tidak memaksa BMI masuk Agen dan PJTKI karena PJTKI yang membuat kita sengsara,
 tapi apakah pemerintah mendengarkan suara kita? Tidak. 
Dan semakin menjerumuskan kita dengan pelarangan pindah Agen dan melarang kontrak Mandiri. Tambahnya.
        Keadilan bagi Erwiana nanti tentu akan sangat berdampak bagi semua buruh migran di luar negeri, kususnya Hong Kong. Dan semoga pemerintah bisa belajar dan tidak asal klaim dengan kesigapan Hong Kong mengusut kasus ini.
Hong Kong saja sangat malu ada warganya yang memperlakukan PRT seperti budak sehingga mendapat julukan"Kota dengan Peradaban Perbudakan Modern"masa Indonesia tidak malu karena sudah sangat sering harga dirinya diinjak-injak oleh negara lain?

    Pak Presiden, tolong dengan sangat untuk sejenak bekerja lebih sungguh-sungguh lagi dan jangan hanya mengurusi partai saja. Ingat Pak, lihatlah Pak, banyak warga negara yang terkena bencana. Ada warga negara di luar negeri yang bertaruh nyawa demi sesuap nasi intuk keluarganya. 

    Ibu Presiden, masih sibuk ya dengan kamera dan Instagram? Kapan mendatangi Erwiana dan mengambil fotonya lalu di upload ke Instagram, Bu? Kami tunggu hasil jepretan Ibu tentang Erwiana. 

      Pak Muhaimin, tidak perlu menunggu PKB menang seperti kicauan anda di Twitter. Kinerja anda baik dan membawa perubahan bagi kaum buruh yang kami tunggu. Cukuplah Presisen yang sibuk dengan partainya, anda sibuklah dengan kementrian untuk mengurusi kaum buruh di dalam dan luar negeri yang kini sangat memprihatinkan. Tapi, kalau pun anda juga ingin seperti Presiden yang tak peduli, saya hanya bisa mengelus dada. Sabar punya pejabat seperti ini.

       Pak Jumhur, lembaga yang anda pimpin, BNP2TKI namanya sudah buruk karena KTKLN yang menurut anda sakti buat TKI untuk mencegah TKI di luar negeri dari penyiksaan dan penganiayaan. Erwiana punya KTKLN kan, Pak? Sakti ya kartu ini? Tolong dong, Pak. Jangan terus-terusan membanggakan KTKLN. Kartu iti sudah basi, Pak. Terbukti tidak ada guna dan manfaatnya sama sekali buat BMI di luar negeri.
Toh anda dan Pak menteri baru tahu kabar ada penganiayaan dari media dan bukan dari KTKLN, si kartu sakti ini.

    Semoga para pejabat ini bisa meniru kinerja pejabat Hong Kong dalam mengusut kasus Erwiana. Karena malu dan tidak ingin nama Hong Kong hancur di mata dunia gara-gara nila setitik.

     
      Erwiana, ribuan kawan BMI terus berdoa dan mengawal kasusmu. Keadilan buatmu adalah keadilan buat kami semua, para BMI di luar negeri. Semoga cepat sembuh dan kembali ke Hong Kong untuk menuntut keadilan dan menghukum berat Law Wan Tung. http:// m.kompasiana.com /post/read/ 626161/1/ erwiana-antara-k eadilan-dan-aja ng-cari-muka #####
Tulisan ini mewakili suara kami sbagai BMI HK, TOLONG SHARE sebanyak banyaknya sebelum tulisan ini hilang seperti tulisan “Instagram untuk Ani Yudhoyono dari Vita Sinaga-Hutagalu ng Korban Sinabung“ tulisan yang hilang, entah siapa yang menghapusnya, dan semoga “mereka“ membacanya untuk jadi koreksi.

Rangkuman berita 2012 dari tanah air.

 Bismillahirrohmaanirrohim.
sumber berita yang saya tulis ini dari outlet Rekanan {+852 622641237}

Tanggal 2 juni 2012 
---> Bandara supadio di tutup setelah pesawat Sriwijaya Air tergelincir di Runway 015, pesawat Lion Air terpaksa balik arah ke jakarta.

Tanggal 7 september 2012
 ---> Gempa berkekuatan 4,4 Skala richter terjadi di laut nias selatan, SUMATRA UTARA. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

8 september 2012
 --->Keberadaan Muhammad thoric { pemilik BOM rakitan di Tambara, Jakarta barat} masih misterius.

9 september 2012
 ---> Hujan tidak kunjung mengguyur ibu kota jakarta karena Kemarau, Dampaknya suplai air bersih di sunter tanjung priok Jakarta utara terhenti. 

14 september 2012
 --->Macicha muchtar jengkel saat menagih hutang kepada Anggel lelga yang selalu meng hindar saat di tagih. 

15 september 2012
 ---> Anggel elga di beritakan menikah dengan seorang pejabat papua. 
 ---> Gempa berkekuatan 6,1 Skala richter melanda kepulauan mentawai, SUMATRA BARAT. Warga sempat berhamburan keluar rumah, tapi tak ada laporan korban atau kerusakan. 

16 september 2012 
---> Kebakaran di dekat pasar ikan di jalan Tongkol Rt 9/Rw 01 kelurahan Ancol, Pademangan Jakarta Utara, menghanguskan 50 Rumah. 
---> Tim SAR merilis 7 orang tewas dalam tenggelamnya  KM SURYA INDAH di perairan pedalaman sungai Mahakam, di Muara pahu kabupaten Kutai Barat. 

19 september 2012
--->Rencananya KPK {Komisi Pemberantas Korupsi} akan menggunakan {Rutan} guntur  milik TNI yang berlokasi di Manggarai JAK-SEL untuk menaruh tahanan. korupsi.

20 september 2012
---> Puluhan siswi SMK Amaliyah 1 dan 2 Ciawi Bogor, untuk yang ke dua kalinya kesurupan masal,  membuat guru panik sehingga mendatangkan para normal.


Sabtu, 01 Maret 2014

Penyiksaan BMI HK, Jari Anis di potong majikan.

JARI TKI HONGKONG DI POTONG MAJIKAN

Anis Andriani, BMI asal Ponorogo, lahir pada 7 Juli 1988.
   Masuk ke Hong Kong 17 Februari 2014. PT yang memberangkatkan Bumi Mas Katong Bersari Ponorogo dan disalurkan oleh agen Sun Light di Nort Point. Anis masuk ke rumah majikan tanggal 19 Februari 2014.


  1. Paspor dan kontrak kerja Anis dibawa agen. 
  2. Job Anis dalam kontrak kerja adalah menjaga orang tua, namun ternyata setelah sampai di rumah majikan tidak ada orang tua di sana. 
  3. Pekerjaan Anis bersih-bersih rumah, memasak, belanja dan menjaga anjing. 
  4. Di rumah itu ada Nyonya dan anak perempuan kelas 3 SMA. 
  5. Gaji Anis HK$ 4010 dengan potongan agen sebesar HK$ 2543 selama 6 bulan. 
  6. Agen bilang ke Anis bahwa kerja 4 bulan pertama tidak boleh libur dan sama sekali tidak diberi tahu tentang hak-hak apa saja sebagai pekerja migran rumah tangga di Hong Kong. 
  7. Tidur jam 1 malam kadang jam 1.30 malam dan bangun tidur jam 6 pagi.


Kronologi kejadian:
     Senin 24 Februari 2014, jam 10 pagi di dalam rumah majikan, anjingnya menggonggong dan Anis mencoba mengusir dengan sapu lantai dan anjingnya semakin kencang menggongong. Di rumah hanya ada Anis dan Nyonya.Nyonya bangun lalu bicara terus tapi Anis tidak paham dia ngomong apa, pemahaman Anis soal bahasa masihminim karena baru beberapa hari di Hong Kong.
Majikan menarik tangan kiri Anis menuju ke dapur. Majikan mengambil pisau di laci sebesar 4 jari tangan. Di dapur ada telenan yang baru dibersihkan, tangan Anis ditaruh di telenan dan Anis mencoba menarik tangannya tapi terkena. Jari Anis terpotong dan darah pun mengalir deras dari jarinya. Jari yang terkena adalah jari manis.
     "Setelah memotong jari Anis, majikan pergi ke kamar dan saya bungkus pakai handuk lap, saya tidak berani menangis. Kira-kira 5 menit majikan keluar rumah. Saya masih bekerja dan semua telenan dan pisau serta darah saya bersihkan dan saya guyur tangan saya pakai air kran." Tutur Anis menceritakan kasusnya.Sebenarnya majikan mau motong semua jari, karena Anis mencoba menarik jarinya, yang terpotong hanya satu dan belum putus, tapi menurut suster yang merawatnya ototnya sudah putus.Saya takut karena darah terus keluar.
       Lewat jendela dapur, saya minta tolong sama tetangga yang kebetulan sesama BMI. Saya minta tolong, saya tunjukan tangan saya, dia tanya kenapa, saya jawab kalau ini ulah majikan.Teman itu menyarankan untukmenelepon agen. Saya lalu telpon ke agen, tapi agen menyuruh saya tetap bertahan di rumah. Tidak lama kemudian ada security datang ke rumah dan minta untuk dibukakan pintu. Yang datang petugas rumah sakit dan security, jumlahnya 3 orang, setelah itu saya dibawa ke rumah sakit Queen Mary, Pok Fu Lam, Hong Kong.--

Lagi dan lagi, belum reda kasus Erwian kini ada kasus yang menyesakkan dada. Dan lagi-lagi doktrin agen untuk BERTAHAN membuat BMI takut padahal nyawanya terancam. Kasus Anis rasanya semakin membuat jelas sebutan Hong Kong sebagai kota dengan peradapan perbudakan modern.
Tidak adanya bekal hukum ketenagakerjaan di negara penempatan menjadikan BMI sama sekali tidak paham akan hak apa saja yang harus dia terima. Sejak dari Indonesia hanya dibekali kalau terkena masalah telponlah ke agen, padahal agen hanya mengeruk keuntungan dari BMI tanpa memperhatikan dan menjamin keselamatan BMI.Anis adalah korban keserakahan agen. Bagaimana mungkin agen tetap menyuruhnya bertahan sedangnya nyawa Anis terancam. Dan isi kontrak kerja yang menyalahi aturan, tidak sesuai dengan kenyataan di rumah majikan masih saja lolos dari perhatian KJRI.
        Menurut Sringatin dari Jaringan BMI (JBMI) dan Komite keadilan untuk semua buruh migran bahwa Anis harus mendapatkan hak-hanya dan juga ganti rugi yang dialami. Pemerintah Indonesia harus memastikan keluarganya bahwa dia tidak dipaksa membayar potongan agen karena Anis masih dalam masa potongan agen. Juga memastikan Anis mendapatkan asuransi kecelakaan kerja.

Apakah KTKLN bisa menunjukkan kesaktiannya dalam kasus ini seperti yang digembar-gemborkan Jumhur Hidayat???????????????????????????? 


http://bmi-hk.blogspot.hk/2014/02/jariku-dipotong-majikanku.html?m=1
####